Alat Pernafasan Manusia

Alat Pernafasan pada manusia.  Bernafas adalah aktivitas yang di lakukan manusia untuk mendapat suplay oksigen yang di butuhkan oleh tubuh dan membuang karbon dioksida yang merupakan zat sisa metabplisme. Bernafas juga merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Untuk dapat bernafas dengan baik, manusia harus mempunyai alat-alat pernafasan yang lengkap dan sempurna. Jika satu saja alat pernafasan tersebut cacat atau tidak sempurna, maka aktivitas bernafas akan terganggu, akibatnya sistem metabolisme tubuhpun tidak akan berjalan dengan baik dan benar sehingga tubuh mudah terserang penyakit. Alat pernafasan manusia berdasarkan letaknya di bagi menjadi 2, yaitu:

  • Alat pernafasan bagian luar, yaitu alat pernafasan yang berhubungan langsung dengan lingkungan, dalam hal ini adalah rongga hidung.
  • Alat pernafasan bagian dalam, yaitu alat pernafasan yang letaknya di bagian dalam tubuh yang terhubung dengan alat pernafasan bagian luar melalui saluran-saluran pernafasan.

Macam-macam Alat Pernafasan pada Manusia

Aktivitas bernafas, yaitu menghirup oksigen dan menghembuskan CO2 terjadi sepanjang waktu selama manusia tersebut masih hidup. Aktivitas bernafas yang baik tergantung pada kondisi alat pernafasan yang baik pula. Yang merupakan alat pernafasan pada manusia antara lain adalah:

1. Rongga Hidung (cavum nasalis)
Alat pernafasan terluar yang berhubungan langsung dengan lingkungan adalah lubang hidung atau cavum nasalis. Dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir (mukus) yang fungsinya adalah untuk menyaring udara yang masuk. Penyaringan udara di hidung terjadi dalam 3 tahap, yaitu:

  • Penyaringan kotoran oleh bulu-bulu hidung
  • Penangkapan partikel yang lolos dari bulu-bulu hidung oleh selaput lendir (mukus)
  • Sterilisasi kuman oleh konka yaitu bagian hidung yang berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk

Penyaringan yang di lakukan di rongga hidung, bukan untuk menyaring jenis gasnya, tetapi kotoran yang terbawa oleh udara tersebut yang biasanya berupa partikel-partikel kecil seperti debu dan kuman-kuman penyakit. Untuk mendeteksi jenis gas, hidung di lengkapi dengan indra pencium, sehingga dapat mendeteksi dan mengenal bau yang di hantarkan oleh udara dan bersiaga.

2. Faring (Tekak)
Dari rongga hidung, udara yang telah di saring mengalir kedalam faring. Faring merupakan daerah persilangan saluran makanan (esofagus) dan saluran pernafasan (trakea). Pada faring terdapat tiga daerah bagian, yaitu:

  • Nasofaring  adalah daerah faring yang membuka ke arah rongga hidung, diatas langit-langit lunak,
  • Orofaring adalah daerah faring yang membuka ke arah rongga mulut, dan
  • Laringofaring adalah daerah faring yang membuka ke arah laring.

Karena merupakan daerah persilangan, faring menjadi daerah yang sangat rawan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan. Sehingga proses pernafasan berjalan dengan lancar.

3. Laring (Kotak Suara)
Laring merupakan daerah pangkal tenggorokan dan merupakan daeerah di mana terdapat pita suara karena itu laring disebut juga kotak suara. Pita suara dibentuk oleh ligamen elastis yang dapat bergetar saat udara melewatinya sehingga menghasilkan suara. Laring disusun oleh kepingan tulang rawan dan berfungsi untuk menyalurkan udara dari faring ke trakea. Pada bagian atas laring terdapat suatu bukaan (celah) yang disebut glotis. Pada saat makanan lewat,  glotis segera menutup oleh suatu jaringan penutup yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk mencegah makanan masukan ke saluran respirasi.

4. Trakea
Trakea merupakan alat pernafasan berbentuk tabung dengan panjang kurang lebih 10 cm yang letaknya sebagian di leher dan sebagian lagi do rongga dada (torak) yang menghubungkan laring dengan bronkus. Dinding trakea tipis dan kaku, tersusun oleh tulang rawan berbentuk huruf C  yang tersusun dari jaringan epitel kolumar bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Selain silia juga terdapat mukus yang dihasilkan oleh sel-sel goblet epitelium menyebabkan partikel-partikel yang tidak diinginkan tertahan sehingga dapat dikeluarkan melalui bersin atau batuk.  Selanjutnya udara dari trakea diteruskan ke dalam paru-paru melalui cabang-cabang trakea.

5. Bronkus dan bronkiolus
Bronkus merupakan cabang trakea yang mengarah ke paru-paru kanan dan kiri. Bronkus kanan bercabang kedalam tiga lobus (gelambir) paru-paru,sedangkan bronkus kiri bercabang kedalam dua gelambir. Bronkus terdiri atas lempengan tulang rawan. Hanya tulang rawan pada bronkus bentuknya tidak teratur, kecuali pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Tidak seperti bronkus,bronkiolus tidak memiliki cincin tulang rawan. Masing-masing bronkiolus berakhir pada sekelompok kantong udara yang disebut alvioli.

6. Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).Paru-paru merupakan alat pernafasan utama pada manusia.